Senin, 15 Desember 2014

Palangka Raya - Kalimantan Tengah

KALIMANTAN TENGAH


Palangka Raya, merupakan gerbang utama menuju Kalimantan Tengah yang kaya akan keindahan alam  dengan pemandangan hamparan hutan hujan tropis dan lahan gambut yang khas.
Secara geografis terletak dekat garis katulistiwa dan dikelilingi oleh tiga sungai besar yang menjadi pusat kehidupan masyarakatnya yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, petani dan pedagang. Selain itu di daerah Kota Palangka Raya juga merupakan rumah dari populasi Orang Utan terbesar di pulau Kalimantan.
Terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah mencapai puncaknya pada 23 Mei 1957 menjadi Daerah Swatantra Tingkat I sebagai daerah otonom, sekaligus tanggal tersebut menjadi hari jadi Provinsi Kalimantan Tengah. 
Pemancangan tiang pertama pembangunan Kota Palangka Raya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia  pertama Ir. Soekarno pada tanggal 17 Juli 1957 dengan diresmikannya Tugu / Monumen Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah yang memiliki luas wilayah 2.678,51 KM² atau 267.851 hektar yang sebagian besar topografi berupa tanah datar  dan berpasir.       
Curah hujan tahunan di wilayah Kota Palangka Raya selama 10 tahun terakhir rata-rata sebesar 2.290 mm. Kelembaban udara rata-rata tahunan sebesar 83,08%. Temperatur rata-rata adalah 26,88°C.
Terdapat beberapa macam jenis pilihan wisata dikota palangka raya. Diantaranya Wisata Alam, Wisata Adrenalin, Wisata Sejarah/Budaya, Wisata Religius, Wisata Belanja, dan Wisata Kuliner. Berikut objek-objek wisata yang ditawarkan dikota Palangka Raya.

1.     Bukit Batu


Terletak di perbatasan Kota Palangka Raya dan Kabupaten Katingan. Berjarak 83 Km dari pusat Kota Palangka Raya dan memakan waktu sekitar 30 menit. Merupakan lokasi pertapaan Pahlawan Nasiolan asal Kalimantan Tengah, Tjilik Riwut. 


2.     Taman Wisata Bukit Tangkiling


Berjarak sekitar 32 Km dan menempuh waktu 30 menit dari pusat kota Palangka Raya. Terletak di kelurahan Banturung Kecamatan Bukit Batu. Bukit ini merupakan kumpulan perbukitan yang terdiri dari 8 puncak dengan pemandangan yang mengesankan. Dilokasi ini juga terdapat Guest House Pemda Kalteng dan bangunan/perumahan Dinas Kehutanan Kalteng. Bukit ini juga dipergunakan sebagai lahan pembibitan berbagai jenis kayu hutan, seperti Tengkawang, Ulin, dll. Sebagai sarana pendukung wisata dibangun pula shelter, playground, jalan setapak, sarana parkir, dll.

3.     Danau Tahai, Arboretum, dan Bumi Perkemahan Nyaru Menteng


Berjarak sekitar 29 Km dari pusat kota Palangka Raya. Lokasi ini terletak di Kecamatan Bukit Batu, Kelurahan Danau Tahai. Danau Tahai. Untuk menikmati pemandangan danau Tahai, telah disediakan speed boat, jukung (perahu tradisional), dan sepeda air. Terdapat pula jembatan gantung yang menyeberangi danau sehingga pengunjung dapat berjalan-jalan disekitar lokasi danau.
Arboretum. Merupakan lokasi pembudidayaan tanaman langka khas Provinsi Kalimantan Tengah. Lokasi ini pada mulanya merupakan objek Hutan Wisata Kalimantan Tengah. Namun, karena saat ini telah didirikan Pusat Penangkaran dan  Rehabilitasi Orang Utan di lokasi tersebut, kebebasan pengunjung turut diperhitungkan dengan alasan agar orang utan dapat benar-benar hidup layaknya orang utan liar pada umumnya.
Bumi Perkemahan Nyaru Menteng. Terletak beberapa meter sebelum pintu masuk Arboretum. Lokasi ini merupakan lokasi perkemahan masyarakat Kalimantan Tengah. Berbagai perkemahan sering diadakan di lokasi ini. Baik itu perkemahan anggota Pramuka, Kampus, Organisasi Kepemudaan, dan berbagai acara perkemahan khusus lainnya.

4.     Desa Wisata


Sebuah desa yang terletak dipinggiran Sungai Rungan yang merupakan bagian dari area pemukiman Rungan Sari Permai.

5.     Fantasi Beach


Terletak di Jl. Cilik Riwut Km.21 Palangka Raya dan menempuh waktu 25 menit dari pusat kota Palangka Raya. Lokasi ini merupakan danau buatan yang ditata layaknya sebuah pantai. Kantin, luncuran, pendopo, panggung hiburan, sepeda air, kolam pemancingan, speed boat, cano, jukung (perahu tradisional Kalimantan Tengan), mini outbound dan flying fox yang menyeberangi danau disediakan dilokasi ini.

6.     Wisata Susur Sungai


Merupakan wisata air sungai Kahayan. Dengan menggunakan kapal wisata, wisatawan diajak berkeliling menyusuri sungai dan menikmati indahnya hutan tropis Kalimantan Tengah.

7.     Taman Wisata Kum-Kum


Terletak diseberang kota Palangka Raya. Menempuh waktu 5 menit dari pusat kota Palangka Raya. Lokasi yang berada tepat dipinggir aliran sungai Kahayan merupakan tempat yang cocok untuk bersantai bersama keluarga, sehingga pengunjung dapat melihat kapal-kapal yang melintas di sungai Kahayan. Pepohonan besar dan rindang menjadikan suasana sejuk dan nyaman untuk dinikmati. Pihak pengelola juga menyediakan kantin dan pondok (pendopo) tempat beristirahat pengunjung yang datang. Terdapat pula permainan anak-anak di lokasi tersebut. Selain itu, berbagai jenis hewan, seperti kera, musang, enggang, beruang, dan buaya juga diperlihatkan di lokasi tersebut. Lokasi ini juga sering dimanfaatkan sebagai lokasi pemotretan model lokal Palangka Raya.

8.     Anak Himba Outbound


Objek wisata yang didirikan oleh Blue Betang Travel Adventure ini terletak di kelurahan Banturung Kecamatan Bukit Batu. Wahana uji adrenalin seperti Cargo Nett, Elvis Walk, Diagonal Beam, Burma Bridge, Canopy Trail, Flying Fox, dll disediakan dilokasi ini. Pendiri objek wisata ini juga menawarkan layanan Wisata Petualangan, Pemandu Wisata, Penggiat Aktivitas Alam Bebas, dan Event Organizer.

9.     Monumet Tugu Soekarno


Terletak di Jl. S.Parman Palangka Raya. Menempuh waktu  3 menit dari Pusat kota Palangka Raya. Tugu ini merupakan tiang pancang pertama pendirian Kota Palangka Raya sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah oleh Presiden Pertama RI Ir. Soekarno pada tanggal 17 Juni 1957.

10.  Museum Negeri Balanga


Terletak di Jl. Cilik Riwut Km. 2,5 Palangka Raya. Menempuh waktu 10 Menit dari pusat kota Palangka Raya. Di museum ini disimpan berbagai jenis benda-benda kehidupan sehari-hari masyarakat tradisional Kalimantan Tengah. Terdapat pula benda-benda kesenian adat, senjata perang suku Dayak, dan berbagai mata uang yang pernah dipergunakan dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada zaman dahulu. Selain itu, di museum ini juga terdapat Fosil ikan raksasa yang berukuran sekitar panjang 6 meter dan lebar 1,5 meter.

11.  Sandung Ngabe Sukah


Terletak di persimpangan Jl, Letk. Darmosugondo dan dr. Murjani. Menempuh   waktu 15 menit dari pusat Kota Palangka Raya. Sandung ini merupakan tempat penyimpanan tulang belulang tokoh suku Dayak Desa Pahandut (Ngabe Sukah).

12.  Bukit Karmel / Bukit Doa


Terletak di kelurahan Banturung Kecamatan Bukit Batu. Merupakan lokasi peribadatan umat Kristiani masyarakat kota Palangka Raya.

13.  Pusat Oleh-Oleh Khas Kalimantan Tengah


Terletak di Jl. Batam Palangka Raya. Dilokasi ini dijual berbagai jenis oleh-oleh khas Kalimantan Tengah, seperti kerajinan tangan, pernak-pernik, jajanan, pakaian, benda-benda tradisional, patung-patungan, replika senjata tradisional, dsb.

14.  Palangka Raya Mall (PALMA)


Terletak di pinggir Bundaran Besar (pusat) Kota Palangka Raya. Fasilitas yang tersedia di Palangka Raya mall sama seperti mall-mall dikota-kota lain pada umumnya. Hanya saja bentuk ukuran bangunan yang lebih kecil dari pada mall-mall di kota-kota lain umumnya.

15.  Kampung Lauk


Terletak diseberang kota Palangka Raya. Ruang makan yang berupa bangunan pondok (pendopo) dan berdiri tepat dipinggir aliran sungai Kahayan menjadikan suasana nyaman untuk menikmati hidangan yang disediakan.  Menyediakan berbagai jenis masakan khas Kalimantan Tengah. Ikan Bakar merupakan menu utama lokasi ini. Buka setiap hari pukul 10.00 WIB – 21.00 WIB.

16.  Rumah Makan Samba


Terletak di Jl. RTA Milono Palangka Raya. Menyediakan berbagai jenis masakan khas Kalimantan Tengah.


Pontianak - Kalimantan Barat

KALIMANTAN BARAT


Pontianak terkenal dengan garis khatulistiwanya. Kota ini memang menjadi salah satu wilayah di dunia yang dilalui oleh garis imajinasi yang membagi bumi menjadi dua bagian, utara dan selatan. Untuk menguatkan predikatnya sebagai Kota Khatulistiwa, di Pontianak didirikan sebuah tugu tepat di lokasi yang diduga sebagai garis tengah bumi tersebut.
Selain itu, Pontianak juga dilalui oleh dua sungai yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Kedua sungai ini bahkan tergambar dalam logo kota. Tak hanya populer dengan garis khatulistiwa dan Sungai Kapuasnya, kota ini juga memiliki banyak tempat wisata yang bisa dibanggakan. Berikut 10 tempat wisata di Pontianak yang bisa dijadikan pilihan tujuan liburan Anda:

1. Keraton Kadriah


Dibangun pada tahun 1771 oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie yang merupakan sultan pertama Kesultanan Pontianak, Keraton Kadriah berada di Jalan Tritura, Pontianak. Bangunan didominasi oleh warna kuning dan terbuat dari kayu belian, kayu di Kalimantan yang dikenal sebagai kayu besi karena kekuatannya.
Di halaman, terdapat meriam kuno peninggalan Jepang dan Portugis. Sedangkan di dalam bangunan, Anda bisa menemukan singgasana sultan dan permaisuri, lengkap dengan foto-foto, pakaian sultan dan berbagai koleksi lain milik sultan. Salah satu koleksi yang unik adalah sebuah Al Quran yang ditulis tangan sendiri oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie.

2. Makam Kesultanan Batulayang


Tempat wisata ini adalah kompleks pemakaman tujuh sultan Pontianak beserta keluarganya. Makam utama di sini tentu saja makam sultan pertama, Sultan Syarif Abdurrahman Alqadrie, yang berada dalam sebuah ruangan tepat di tengah kompleks dan berbentuk mirip bunker kecil. Pintu masuk untuk peziarah dibuat rendah sehingga mereka harus merunduk saat masuk sebagai penghormatan pada sultan.
Di luar kompleks terdapat sebuah gundukan batu yang diwarnai hijau. Batu inilah yang disebut sebagai batulayang. Kompleks pemakaman ini berada sekitar 2 km dari Tugu Khatulistiwa. Untuk masuk ke sini, Anda tidak dipungut biaya.

3. Masjid Jami Pontianak


Masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman. Bersama keraton, masjid ini menjadi saksi asal mula kota Pontianak. Atap masjid bertingkat empat dan di dalamnya terdapat empat pilar utama dari kayu belian dengan diameter 0,5 meter. Selain itu, masjid yang mampu menampung 1.500 orang jamaah ini dibuat dengan gaya rumah panggung untuk menghindari banjir saat Sungai Kapuas meluap.
Masjid Jami Pontianak terletak sekitar 200 meter dari Keraton Kadriah. Setelah dari masjid, Anda bisa mampir ke pasar tradisional yang berada di sisi kiri pintu masuk masjid. Di pasar ini, Anda bisa membeli ikan segar dari Sungai Kapuas.

4. Tugu Khatulistiwa


Ini dia tugu yang menjadi kebanggaan warga Pontianak, Tugu Khatulistiwa. Tempat wisata ini berada sekitar 3 km dari pusat kota. Tugu utama terdiri dari empat pilar kayu belian, dua pilar bagian belakang lebih tinggi dari pilar bagian depan. Selain itu, ada tulisan EVENAAR di antara dua pilar belakang.
Di sini terdapat museum yang berisi informasi mengenai garis imajinasi bumi ini. Ada juga toko suvenir yang menjual miniatur Tugu Khatulistiwa. Untuk masuk ke tempat wisata ini, Anda tidak dipungut biaya. Tapi jika ingin mendapatkan sertifikat bukti kunjungan yang ditandatangani oleh walikota Pontianak, Anda harus membayar 10.000 Rupiah.
Saat yang terbaik untuk mengunjungi tempat wisata di Pontianak yang paling populer ini adalah pada tanggal 21 – 23 Maret atau 21 – 23 September. Pada saat itu, terjadi fenomena alam di mana matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa sehingga semua benda yang berada di atas garis ini tidak akan memiliki bayangan.

5. Rumah Betang Radakng


Rumah Betang Radakng merupakan replika rumah adat suku Dayak di Kalimantan Barat yang sengaja dibangun oleh pemerintah kota di Jalan Sultan Syahrir, Kota Baru, Pontianak. Tempat wisata andalan pemerintah kota ini meraih rekor sebagai rumah adat terpanjang di Indonesia. Panjang rumah ini mencapai 138 meter dengan lebar 5 meter dan tinggi 7 meter.
Rumah ini memiliki ciri berbentuk rumah panggung panjang. Semakin banyak anggota keluarga maka semakin panjang rumah betang karena suku Dayak memilih hidup bersama semua anggota keluarganya di satu rumah.
Rumah betang terdiri dari tiga bagian yaitu teras atau pante, ruang selasar yang biasa digunakan untuk berkumpul seluruh anggota keluarga dan ruang tidur atau bilik yang merupakan ruang pribadi setiap kepala keluarga.
Rumah Betang Radakng buatan pemerintah ini berbahan kayu ulin dan dihiasi dengan ukiran dan lukisan khas Dayak. Pada saat-saat tertentu, rumah ini digunakan sebagai tempat latihan menari dan pertunjukan seni lainnya.

6. Taman Alun-alun Kapuas


Keberadaan Sungai Kapuas tak bisa dipisahkan dari kehidupan warga Pontianak. Selain menjadi jalur transportasi air, sungai ini juga dimanfaatkan tepiannya sebagai sebuah taman untuk rekreasi keluarga. Tempat wisata di Pontianak yang banyak dikunjungi pada sore dan malam hari ini berada di depan kantor walikota.
Taman seluas 3 hektar ini memiliki replika Tugu Khatulistiwa di salah satu sudutnya. Selain itu, ada banyak bangku yang bisa Anda gunakan untuk bersantai sambil menikmati sajian kuliner yang dijual di sekitar lokasi.

7. Aloe Vera Center


Aloe Vera Center merupakan tempat budidaya tanaman lidah buaya yang berada di Jalan Budi Utomo, Siantan Hulu, Pontianak Utara. Dari Terminal Kapuas, Anda bisa naik angkot jurusan Siantan Hilir.
Di sini, Anda bisa menemukan lidah buaya dengan ukuran raksasa. Bayangkan saja, setiap pelepahnya bisa mencapai berat 1,2 kg. Anda juga bisa melihat proses pengolahan tanaman ini menjadi aneka makanan seperti dodol, permen dan tepung. Selain itu, lidah buaya juga diolah menjadi krim untuk kulit.
Sebelum pulang, Anda juga bisa membeli aneka produk olahan tadi sebagai oleh-oleh untuk teman dan keluarga di rumah.

8. Pantai Pasir Panjang


Pantai ini berada di Kecamatan Tujuhbelas atau sekitar 17 km dari kota Singkawang. Pemandangan khas pantai bisa Anda lihat di sini, pasir putih, air jernih kebiruan dan deretan pohon di sekitarnya. Jika duduk bersantai saja tidak cukup untuk Anda, silakan bermain voli, berenang, memancing atau berselancar di sini.
Fasilitas di tempat wisata ini tergolong lengkap, mulai dari hotel, cottage, restoran, toko suvenir sampai diskotik. Untuk bisa menikmati keindahan pantai ini, Anda dikenakan biaya 10.000 Rupiah per orang.

9. Sinka Island Park


Sinka Island Park adalah taman rekreasi terpadu yang ada di Teluk Ma’jantuh, Singkawang. Di tempat wisata ini terdapat kebun binatang, kolam renang sampai pantai.
Sinka Zoo merupakan kebun binatang mini yang ada di tempat wisata ini. Di dalamnya terdapat sekitar 200 ekor binatang dari 62 spesies yang ada. Untuk masuk ke kebun binatang ini Anda akan dikenakan biaya 10.000 Rupiah.
Jika ingin menikmati panorama pantai, Anda bisa ke Pantai Banjau. Untuk masuk ke pantai ini, Anda harus membayar 20.000 Rupiah. Pantai Banjau ini tepiannya berupa bebatuan sehingga tak cocok untuk berenang. Untuk berenang, Anda bisa ke kolam renang yang telah disediakan.
Selain itu, Anda bisa menyeberang dengan jembatan kayu ke Pulau Simping. Pulau ini disebut-sebut sebagai pulau terkecil di dunia. Menariknya, meskipun berukuran kecil, terdapat sebuah klenteng di sini. Untuk bisa menginjakkan kaki di pulau ini, Anda akan dikenakan biaya sebesar 15.000 Rupiah.

10. Museum Kalimantan Barat


Museum ini disebut juga sebagai Museum Negeri Pontianak. Tempat wisata sejarah ini berada di Jalan Jendral Ahmad Yani, Pontianak. Museum ini dibagi menjadi tiga zona yang ketiganya memiliki koleksi yang berbeda. Mulai dari artefak temuan di Kalimantan barat, koleksi benda kerajaan, kerajinan seni dan budaya suku Dayak, sampai koleksi keramik dari Cina.
Di luar bangunan museum, terdapat sebuah taman kecil dengan jembatan kayu yang seringkali dijadikan lokasi foto oleh pengunjung. Museum ini buka setiap hari Selasa sampai Kamis, jam 08:00 – 16:00 dan Jumat sampai Minggu, jam 08:00 – 15:00. Hari Senin, tepat wisata ini tutup.

Palu - Sulawesi Tengah


SULAWESI TENGAH


Di Sulawesi Tengah terdapat banyak potensi wisata yang dapat kita kinjungi dan tak kalah indah dari provinsi lainnya, diantaranya:

1.     Air Terjun Likunggawali

 
Objek wisata ini merupakan tempat olahraga panjat tebing yang curamnya lebih dari 80 meter dan memiliki panorama alam yang indah. Di lokasi ini juga terdapat air terjun dan jalur trekking yang melewati beberapa desa di sekitar, yaitu Jalur Likunggawali–Janaedo (merupakan jalur trekking dari daerah pantai timur ke daerah pantai barat) dan jalur trekking Towera–Janaedo.

2.     Tanjung Karang

 
Tanjung Karang merupakan lokasi wisata terpenting di wilayah ini sekaligus menjadi salah satu objek wisata andalan Provinsi Sulawesi Tengah. Pantai Tanjung Karang terletak sekitar 5 km di utara Donggala.

3.     Pulau Togean

 
Obyek Wisata Pulau Togean indah dan eksotis terutama alam bawah lautnya yang memiliki berbagai karang tropis dalam ukuran besar serta berbagai spesies ikan hias dan kepiting kenari.
Kepulauan Togean letaknya di Kabupaten Tojo Unauna Sulawesi Tengah. Perjalanan menuju Togean dapat ditempuh dua jam jalan darat dari Kabupaten Poso ke Ampana – Tojo Unauna yang dilanjutkan naik perahu motor.

4.     Hutan Lindung Marowali

 
Lokasi tepatnya di Kabupaten Marowali Provinsi Sulawesi Tengah. Perjalanan ke kawasan ini hanya dapat ditempuh dengan perahu motor dari Kolonodale (Marowali)
Sekitar Hutan Lindung ini di darat dihuni oleh penduduk Asli Suku Wana yang masih sangat terkebelakang, sedangkan dipesisir pantai / diatas permukaan laut di huni oleh suku Bajoe. Berbagai satwa Hutan Lindung Marowali yang tidak ada duanya ditempat lain yaitu  Anoa, Kelelawar Raksasa dengan bentangan sayapnya sampai 2 meter

5.     Danau Poso


 
Tepatnya berada di Tentena Kabupaten Poso – Sulawesi Tengahyang terletak di ujung utara Danau Poso mempunyai alam desa yang indah dan menawan, Danau yang tenang dan luas tempat peternakan ikan belut , ikan Sidat atau Sogili terbesar di Dunia, bisa sampai 2 mtr, dikelilingi alam perbukitan yang ditumbuhi tanaman cengkeh. Pada saat cengkeh berbunga (bulan Juni hingga November) pohon cengkeh akan mengeluarkan aroma harum bunga cengkeh.
Sekitar danau masih dikawasan Desa Tentena, ditemukan Gua yang cukup dalam, sampai ke dasar danau.

6.     Pantai Talise  


Pantai Talise merupakan obyek wisata pantai dengan memiliki panorama alam yang indah hamparan teluk dan pegunungan yang begitu mempesona. Selain itu, pantai ini sangat cocok untuk kegiatan olah raga, seperti: berenang, selancar angin (wind surfing), sky air, menyelam, memancing, dan lain sebagainya
Pantai Talise sebagai tempat tamasya adalah pilihan yang paling murah dan mudah karena selain tidak memerlukan biaya, lokasinya teramat mudah untuk dicapai yaitu ditengah kota dan akses jalan yang sudah teraspal.

7.     Banua Mbaso

 
Banua Mbaso letaknya ditengah pusat kota Kaledo (Palu) – Sulawesi Tengah, Kecamatan Palu Selatan, dan merupakan situs sejarah yang terdapat di Tana Kaili ini..
Banua Mbaso / Banua Oge atau lebih sering disebut Sou Raja (bahasa daerah kaili yang artinya Rumah Besar atau Pondok Raja) , didirikan sekitar 115 tahun silam, yang berukuran 32 x 11,5 m dan dibangun oleh Raja Palu Jodjokodi sekitar 1892, dan merupakan tempat tinggal sang Raja beserta keluarganya, sekaligus berfungsi sebagai pusat pemerintahan kerajaanwaktu itu.

8.     Air Panas Mantikole

 
Mandi di pancuran Air Panas Mantikole Donggala , terasa nikmat terlebih lagi usai mandi dari sungai Pemma yang dingin.
Sungai Pemma memiliki air yang sangat jernih, dipadu dengan adanya bebatuan yang cukup besar memberikan suasana yang lebih alami. Ketika air yang jernih itu bertabrakan dengan bebatuan yang ada di tengah sungai, menghasilkan buih putih yang cantik dan indah dalam pusaran air.

9.     Air Terjun Wera

 
Air terjun Wera terletak di ketinggian 100 mtr berada di Desa Balumpewa  Kabupaten Donggala , ± 1 Km dari jalan raya poros Palu-Donggala. Selain itu terdapat juga Permandian Air Panas Montokole yang terletak  ± 2 Km sebelah Selatan Taman Wisata Wera .
Daya tarik Air terjun Wera  antara lain Mandi/berenang di Sungai Wera ,Mendaki gunung kearah puncak bukit menuju air terjun yang dikelilingi dengan pemandangan yang indah, Camping (Berkemah) di daerah datar pada bagian Utara dan di puncak bukit .Flora dan fauna terutama Ayam Hutan, serta kehidupan masyarakat sekitarnya.

10.  Taman Nasional Lore Lindu

 
Taman Nasional Lore Lindu merupakan hutan warisan alam dunia yang sangat kaya dengan keanekaragaman flora dan faunanya. Tujuan ke kawasan ini selain untuk wisata  mendaki gunung, memanjat tebing sambil menikmati panorama alamnya yang indah dan sejuk, juga menjadi obyek penelitian para ilmuwan dalam dan luar negeri. Taman Nasional Lore Lindu juga sebagai cagar biosfer dunia. Letaknya Tidak Jauh dari Danau Poso yang unik dan menyimpan berjuta pesona. atau kurang lebih 60 km sebelah barat kota Palu